Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2008

Menanti Windows 7

JAKARTA, RABU – Kapan ya Windows 7 yang menggantikan Vista itu hadir? Apakah akan sesuai jadwal (seperti kita ketahui, Microsoft jarang sekali menghadirkan sistem operasinya tepat pada jadwal yang dijanjikannya)? Mungkin.
Saat ini rilis pra-beta dari Windows 7 sudah diserahkan Microsoft kepada komunitas developer. “Kami memberikan Web terbaik ke Windows, dan Windows terbaik ke Web,” kata Ray Ozzie, pemimpin arsitek software Microsoft. "Dari PC ke Web ke telepon, dan dari server ke cloud, kami berfokus pada memungkinkan penciptaan generasi berikutnya dari pengalaman pengguna yang mengubah cara hidup, kerja, dan main kita."

Apa sih maksudnya? Pertama – kendati secara visual mirip Vista - Windows 7 disebut-sebut sebagai lebih efisien, bekerja lebih cepat pad sistem dengan daya lebih rendah (bahkan netbook dengan prosesor Intel Atom dan RAM 1GB). Waktu booting-nya dipangkas karena sistem operasi ini hanya memanggil yang benar-benar diperlukan pengguna. Bluetooth misalnya, tidak akan dipanggil jika Anda tidak benar-benar membutuhkannya.

Untuk urusan kompatibiltas, Microsoft yakin bahwa apa pun yang bekerja pada Windows Vista juga akan bekerja pada Windows 7. Codec yang lebih beragam pun, termasuk DivX, Xvid dan AAC, akan didukung. Sementara itu struktur menu pita (ribbon) yang digunakan pada Office 2007 akan menjadi layout de facto untuk semua program Windows 7.

Manfaat lainnya adalah pemberitahuan (alert) pengguna, termasuk opsi untuk memilih pemberitahuan yang diterima, Jump List yang mengelompokkan program-program yang paling umum dipakai dan tugas-tugas yang paling sering dilakukan, aplikasi, servis dan device yang lebih menyatu, dan dukungan Wi-Fi dan 3G yang terintegrasi. Tentu saja fungsionalitas layar sentuh Windows 7 juga akan hadir, lengkap dengan kendali gerakan (gesture control) bagi mesin-mesin yang memang dilengkapi dengan kemampuan tersebut.

Ringkasnya, Windows 7 adalah Vista yang lebih baik, yang mungkin bisa membuat para pengguna loyal XP akhirnya meng-upgrade sistem operasinya. Kita tunggu realisasinya di awal tahun 2010...

Waspada, Google pun Mencuri Data!


JAKARTA, 29 Oktober 2008 – Cara hacker mencuri data semakin canggih, bahkan makin banyak melibatkan mesin pencari seperti Google. Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk mengutil nomor Social Security dari situs-situs Web dengan menggunakan metoda pencarian. Begitu ungkap Amichai Shulman (pendiri dan CTO Imperva – perusahaan sekuriti database dan aplikasi).

Fakta bahwa nomor Social Security ada di Web adalah kesalahan manusia, sebab informasi tersebut seharusnya tidak dipublikasikan di sana. Namun para hacker telah memanfaatkan Google dalam cara canggih untuk mengotomasikan serangan terhadap situs-situs Web, kata Shulman.
Fakta bahwa nomor Social Security ada di Web adalah kesalahan manusia, sebab informasi tersebut seharusnya tidak dipublikasikan di sana. Namun para hacker telah memanfaatkan Google dalam cara canggih untuk mengotomasikan serangan terhadap situs-situs Web, kata Shulman.

Dalam presentasinya di RSA Conference, Shulman mengatakan bahwa baru-baru ini Imperva menemukan cara untuk mengeksekusi serangan injeksi SQL yang datang dari alamat IP milik Google. Dalam sebuah serangan injeksi SQL, instruksi yang bertujuan jahat dimasukkan ke form berbasis Web dan dijawab oleh aplikasi Web. Ini seringkali menghasilkan informasi sensitif dari database back-end atau digunakan untuk menanamkan kode bertujuan jahat di Web page.

Memanipulasi Google memang khususnya disukai para hacker karena sifat anonimnya – bagi hacker maupun engine penyerang yang diotomasikan. Tools seperti Goolag dan Gooscan dapat mengeksekusi pencarian luas di Web untuk menemukan celah-celah kelemahan tertentu dan memberikan daftar situs Web yang memiliki masalah celah kelemahan.

“Ini bukan lagi permainan skrip anak-anak – ini bisnis,” kata Shulman. “Ini adalah kemampuan hacking yang sangat hebat.”

Metoda serangan lain adalah Google worms, yang menggunakan mesin pencari untuk menemukan celah-celah kelemahan tertentu. Dengan penyertaan kode tambahan, kelemahan itu bisa dieksploitasi. “Pada tahun 2004, hal seperti ini hanyalah fiksi ilmiah. Tahun 2008, ini menjadi kenyataan yang menyakitkan,” tukas Shulman.

Google dan mesin-mesin pencari lain sedang mengambil langkah-langkah untuk menghentikan penyalahgunaan tersebut. Google misalnya, telah menghentikan metoda pencarian tertentu yang dapat menghasilkan kumpulan nomor Social Security dalam satu sapuan. Google juga membatasi jumlah permintaan pencarian yang dikirimkan per menit, yang dapat memperlambat pencarian massal bagi situs-situs Web yang memiliki celah kelemahan.

Namun sesungguhnya hal ini cuma membuat para hacker harus menjadi sedikit sabar. Membatasi pencarian juga melukai profesional sekuriti yang ingin melakukan pencarian harian otomat terhadap masalah di situs-situs Web-nya, begitu kata Shulman.

Jenis serangan lain adalah "site masking," yang menyebabkan sebuah situs Web yang legal lenyap dari hasil pencarian. Jika menemukan situs-situs yang isinya sama, mesin pencari Google memang akan membuang salah satunya dari indeks hasil pencarian.


Kondisi ini dimanfaatkan para hacker dengan menciptakan sebuah situs Web yang memiliki tautan ke halaman Web kompetitor tetapi difilter melalui proxy server.
Google melakukan indeks konten di bawah domain proxy. Jika ini dilakukan beberapa kali dengan lebih banyak proxy server, Google akan menganggap halaman Web yang dituju sebagai duplikat, lalu mengeluarkannya dari indeks.

Salah satu cara yang bisa dilakukan administrator situs Web, menurut Shulman, adalah melindungi situs Web-nya dari diindeks selain oleh alamat IP legal dari sebuah mesin pencari.

Nah para pengguna, selalulah waspada selalu saat menggunakan mesin pencari.

Mouse Bakal mati


Senin, 21 Juli 2008 | 12:48 WIB

JAKARTA, SENIN – Mouse komputer yang biasa kita pakai sehari-hari ini sudah bertahta selama 40 tahun. Namun usianya dikabarkan tidak akan mencapai setengah abad. Dalam lima tahun mendatang, fungsi mouse akan diganti oleh layar sentuh dan pengenal wajah. Begitu prediksi analis dari Gartner.

Menurut Gartner, percepatan kematian mouse ini dipicu oleh gebrakan para perusahaan elektronika yang menciptakan antarmuka interaktif baru untuk perangkat game dan smartphone. MotionPlus untuk Wii milik Nintendo dan juga iPhone dari Apple adalah dua contoh konkrit.

Dengan Wii, Anda tinggal menunjuk dan menggoyangkannya, maka perangkat akan bergetarkembali ke Anda sehingga Anda punya hubungan dua arah. Sementara ponsel pintar (smartphone) generasi baru, seperti iPhone, memiliki mekanisme/sensor kemiringan. Atau kita cukup menggoyangkan perangkat untuk membuatnya melakukan satu hal atau hal lainnya.

Steven Prentice (Vice president and Gartner Fellow) juga menyoroti upaya Panasonic pada perangkat hiburan rumah tangganya. Panasonic menerapkan teknik pengenal tangan dan wajah untuk menampilkan informasi sebagai pengganti remote control konvensional.

Jika nasib mouse sudah di ambang ‘kubur’, bagaimana dengan keyboard? Apakah akan bertahan? Menurut Prentice, ya.

”Dengan segala kekurangannya, keyboard akan tetap menjadi perangkat input teks utama. Tidak ada yang bisa dengan mudah menggantikannya,” katanya. “Namun ide sebuah keyboard dengan mouse sebagai antarmuka pengendali mulai tergeser.”
SUMBER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms